Aku tak tau salah ku apa padamu Mas...
seringkali kamu diamkan aku tanpa alasan dan tanpa sebab yang jelas.
masih sudikah kamu menjalani hubungan ini dengan ku Mas ?
Katakan pada ku bagaimana cara ku untuk menumpahkan perasaan selama ku ini ? Sebab aku tak ingin pada akhirnya psikisku terganggu yang akan berakhir buruk pada fisik ku. Aku ngga mau sakit .
Hai mas , masih ingatkah kamu pada tanggal 20 April 2016 hari dimana kamu saat itu mengutarakan perasaan mu padaku dan meminta ku untuk menjadi kekasih mu ?
Manis sekali yang aku rasakan pada saat itu ,aku merasakan bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ,dan hal itu tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku .
Mas, sejak awal kita ada tawa, duka dan ada selisih paham pula. Namun tidak lama, sebab kita akan kembali berbaikan dalam hitungan jam .
Mas , ingatkah saat itu ? aku jelaskan semua kekuranganku tanpa ada yang aku tutupi ?
Tentang bagaimana retaknya hubungan kedua orang tua ku , kenakalan ku di masa lalu, kecewa ku pada lelaki yang seringkali menyakitiku , dan masih banyak lagi. Sudah aku jelaskan segamblang mungkin bukan?
Kamu tau bahwa aku masih trauma dengan masa laluku, namun kamu meyakinkan aku bahwa semuanya akan baik-baik saja dan berjalan dengan sederhana dan apa adanya.
Aku pun begitu mempercayai mu Mas, aku menyerahkan jiwa hingga raga ku padamu.
Meskipun kerap kali kamu sering menyakiti aku dengan sikapmu, namun entah mengapa diri ini tak pernah lelah untuk memaafkan dan menerima mu kembali.
Kamu tau bukan, sifatku seperti apa ? Aku selalu menerima keadaan orang-orang yang mampu menerima keadaan ku dengan ikhlas. Aku selalu lemah dan mudah menyesuaikan diri
karna aku selalu mencoba bersikap rendah hati, aku ikuti jalanmu mulai detik itu.
Mas, ingatkah kamu pada saat itu kamu mabuk dan membawa ku pergi ? rasanya aku sudah hampir bertemu maut pada waktu itu, kamu mengajak ku pergi dan tanpa memikirkan nyawa
ku , Iya . karna kamu mabuk dan mengendarai motor dengan amat kencang dan tak karuan nyaris menabrak sana sini, bersyukurlah karna Tuhan masih melindungi kita.
Tak lama setelah itu kita bertepi di tempat mu, dan bicaramu sudah ngawur . Ingatkah kamu memaki aku dengan kata kasarmu ? Memarahi ku ? Membentak ku hingga mengusirku
untuk segera pulang ?
Bisakah kamu bayangkan bagaimana perasaan ku pada saat itu Mas? Kamu yang hampir menghilangkan nyawa ku dan kemudian tanpa rasa khawatir sedikitpun kamu mengusirku pulang tanpa kamu berfikir siapa yang kamu usir pada malam itu? Aku menuruti katamu, dan akupun segera pulang berjalan kaki menuju rumahku, aku menangis sepanjang jalan dalam gelapnya malam mengingat betapa tega nya yang kamu lakukan pada ku. Sekitar 20 menit aku berjalan kamu datang menghampiri ku dan mengajak ku dengan paksa untuk mengantarku pulang. Aku menolak, aku menolak karna aku takut Mas, takut bila kamu mengantarku pulang dalam keadaan seperti itu.
namun apa dayaku yang saat itu kamu benar-benar memaksa tanpa pikir panjang aku pun menerima ajakan mu,dan sudah pasrah yang ku rasakan pada saat itu.
Dapatkah kamu mengerti bagaimana pedihnya perasaan ku saat itu mas ? betapa takutnya aku, dan bagaimana hancurnya perasaan kedua orang tua ku apabila mereka tau anak tunggalnya diperlakukan seperti itu ?
Awalnya aku shock, namun aku mengerti kondisimu . dan dengan mudah pun aku memaafkan apa yang terjadi dimalam sialan itu. Aku berharap tidak akan lagi hal buruk itu terjadi.
Mas, tak ingatkah kamu dengan pengorbananku ? Apa kamu lupa Mas ?
Perjuanganku untuk mu tak mudah, dan semua itu butuh waktu juga proses yang tidak biasa.
Membantu dan mensupport kamu agar kamu tidak lagi menjadi seorang pemabuk , segala cara sudah aku lakukan , dari mulai mengajak mu pergi main supaya kamu terhindar dari ajakan teman-teman mu, hingga hampir setiap harinya aku pulang larut malam demi untuk memastikan bahwa ketika aku mengantar mu pulang kamu sudah dengan keadaan lelah dan supaya langsung beristirahat.
Kamu tau betapa bersykurnya aku pada saat itu, dan perlahan-lahan aku pun mengajarimu untuk menjadi pendonor, dimana hal tersebut akan lebih menekan kamu untuk tidak lagi bermabuk-mabukan, karna pada saat kamu menjadi seorang pendonor kamu akan berfikir dan tidak akan mungkin tega memberikan darah mu yang terkontaminasi minuman itu untuk mereka yang membutuhkan. Aku senang karna kamu begitu antusias dengan ajakan ku tanpa menolak sedikitpun .Hingga tiba waktunya kamu mendonorkan darah untuk yang pertama kalinya , aku sangat amat bersyukur mas, bersyukur karna kamu telah melakukan banyak perubahan baik dalam hidupmu.
Mas, ,masih ingatkah kamu dengan pertengkaran-pertengkaran kita yang didasari atas rasa cemburu? Aku sering cemburu melihatmu chatting dengan wanita lain , mungkin tanpa kamu sadari bahwa aku tau tentang hal hal ini. Namun selalu aku tepis pikiran buruk ku, hingga aku bertekuk dan menjunjungmu diatas kepalaku.
Aku menghormatimu, sebab aku pikir, hanya kamu satu-satunya lelaki yang mampu menerima aku dengan segala kekuranganku. Mas, aku berharap kamu tak pernah runtuh , untuk tetap mencintaiku .
Namun Mas, salahkah jika aku sebagai wanita ingin mendapatkan perhatian yang layak darimu ? Perhatian dan pengertian yang bisa aku dapatkan tanpa aku harus bertindak seperti seorang pengemis ? Apakah aku tak layak mendapatkan itu darimu Mas ?
Mengapa berat sekali rasanya untuk menjadi lelaki yang pengertian untuk ku?
Aku kecewa terhadapmu Mas, kenapa kamu memperlakukan aku dengan begitu menyedihkan seperti ini ? Dan tak jarang kamu pun selalu memberikan ku alasan yang membuatku kembali luluh dan melupakan sakit hatiku.
Itulah aku Mas, aku tak melawan apa yang menjadi ucapanmu. Meskipun aku cerewet, bawel, teramat manja dan mungkin keras kepala, tapi aku masih memiliki hati untuk tetap mencintai dan menyayangi.
Aku tetap pada pendirian ku , dengan segala apapun kekuranganmu, aku mampu menyesuaikan diri. Bagaimanapun kenakalan mu, aku memaklumi. Tapi kenapa kamu tak pernah mengasihani aku yang telah berkorban dan menyerahkan segalanya padamu?
Aku relakan waktu ku untukmu, aku jemput ibumu panas terik yang hanya untuk memberikan kejutan dan membahagiakan mu disaat hari ulang tahunmu, aku ajak beliau untuk bertemu dan memberikan kejutan sederhana untukmu Mas, aku relakan tubuh ini kamu jamahi hingga aku relakan hal berharga dalam hidupku yaitu keperawanan ku. Semua itu telah aku berikan padamu Mas. Namun kenapa kamu tak pernah berfikir sedikit tentangku ? Tidak kah kamu berfikir seberapa bodohnya aku ?
Aku memang sabar terhadapmu, sabar akan sikap cuek mu yang separah itu, sabar saat kamu mendiamkan aku tanpa alasan sabar ketika cerita ku tak kamu tanggapi, bahkan tak didengar, sabar melihat wajahmu yang senyumnya begitu mahal untuk sekedar senyum padaku, Sabar ketika kamu bersikap jutek ,dimana hal itu membuatku merasa seolah olah aku selalu salah padamu, sabar ketika aku tak kamu pedulikan , sabar menunggu balasan chatting darimu walaupun aku tau bahwa kamu bosan dan tak ingin lagi membalasnya dan masih banyak sabar-sabar ku yang aku lakukan untukmu.
Mas, kamu menjalani hubungan ini dengan cinta yang tak pernah aku pertanyakan , seberapapun, seperti apapun yang kamu berikan padaku, aku ikhlas.
Aku menjalaninya dengan senang hati, walau sebenarnya aku memiliki keraguan terhadapmu karna saat itu aku membuka facebookmu dan memasukan password facebook mu dan membaca inbox mu dengan seseorang yang dulu sedang kamu perjuangkan namun sakitnya, kamu saat itu punya pacar (sebelum denganku) dan kamu merelakan meninggalkan pacarmu hanya demi wanita lain . Sungguh Mas, itu lah ke khawatiran terbesar ku hingga saat ini. Aku takut kamu melakukan lagi hal yang sama , aku takut kamu meninggalkan ku sama seperti pacarmu dulu , meninggalkan hanya demi wanita lain . Namun kamu sempat meyakinkan ku kalau kamu tidak mungkin mengkhianatiku.
Aku percaya itu… sambil berfikir positif “Masa sih mamas berkhianat, aku udah berkorban menyerahkan segalanya untuk kamu masa kamu mau selingkuh ?“ itulah yang aku pikirkan.
Tapi sikapmu Mas, semakin parah memperlakukan ku. Kamu semakin bosan padaku, semakin jarang mengabari ku, dan semakin berkurang perhatian-perhatian darimu, kamu mulai tak peduli terhadapku Mas.
Baiklah… aku berusaha menerima sikap mu dengan lapang dada. Aku bekerja dengan lebih giat meskipun tanpa semangat dari mu, aku menyibukkan diri agar tidak memikirkan dan menunggu-nunggu kabar darimu Mas, walaupun setiap jam nya aku selalu melihat di hp ku adakah pesan darimu , ternyata tidak.
Kamu hanya mengirimkan ku pesan seperlunya saja. Terlepas dari itu, kamu seakan tidak mau tau lagi tentang ku.
Jujur Mas, aku tak mampu bila terus menerus begini, aku sangat membutuhkan kamu. Tapi kamu sudah terlampau bosan padaku dan terlihat tak lagi menginginkan aku.
Katakan padaku Mas apa yang harus aku lakukan ? Aku sudah kecewa, dan sudah merasa tak berguna, merasa sampah, merasa hina, merasa tak lagi dibutuhkan oleh mu.
Aku pikir, keikhlasan cinta dan rasa bakti ku ini menjadikan mu semakin cinta padaku, namun ternyata aku salah. Yang kamu cintai hanya pelayanan ranjangku saja, selebihnya , disaat kita berjauhan , aku seakan tak ada artinya sama sekali bagimu. Aku hanyalah aku yang dengan berjuta harapan untuk bisa selalu bahagia bersamamu.
Mas, aku hampir depresi saat itu karna tak bisa berbuat apapun , aku lelah menangis setiap hari karena mu, dan nyaris itu membuatku ingin merenggang nyawaku Mas.
Sadarkah kamu ?Disaat aku mengeluh karena sikapmu yang tak pengertian padaku, kamu selalu kelimpungan dan membuat ku merasa bersalah karna seolah aku lah yang tak pernah menghargai dan menganggap pengorbananmu, kamu mengatakan bahwa aku hanya selalu menekanmu .
It's okay jika memang itu salahku , hitung saja sebanyak mungkin kesalahanku Mas jika kamu bisa menemukan kesalahan itu.
Seberapa sering pun kamu menyakitiku, selalu aku maafkan, aku menerima mu kembali dengan tangan terbuka . tapi kamu tak pernah menyadari betapa sering kamu membuatku sakit karna kelakuan dan sikapmu.
Mas, barangkali ada yang lebih dariku, ada yang lebih indah dimatamu, mohon maaf . aku mundur Mas …
Banyak yang menyalahkan ku karna tak tau keseharianku.
Tapi aku tau Mas, setiap lelaki yang melakukan perselingkuhan pasti ada sebabnya. Dan aku memiliki beberapa sebab kenapa kamu bosan denganku …
Pertama , Aku pemarah ?
Apa pernah aku marah padamu mas? Coba kamu pikirkan. Dan aku bukan tipe pemarah brutal, aku selalu menenangkanmu.
Kedua, Aku Pencemburu ?
Iya, aku cemburu, karna takut kehilanganmu. Takut kamu mencintai lalu menjalani dengan wanita lain dan wanita itu tidak tulus mencintaimu.
Ketiga, Masakan ku lumayan kan ?
Walaupun kamu cuma nambah 1 kali.
Keempat, Aku nggak cantik Mas ?
Memang, aku memang nggak cantik, karena aku nggak bisa dandan , dan aku juga nggak punya cukup uang untuk beli kosmetik apalagi ke salon.
Kelima, Pakaian ku nggak bagus Mas ?
Aku nggak pernah beli baju baru .
Dan mungkin ... ada satu hal yang tidak akan bisa kamu temukan pada wanita lain.
yaitu KASIH SAYANGKU SELUAS SAMUDERA …
Aku mampu mencintai apapun dan siapapun tanpa batasan. Jangankan manusia, pada binatang saja kasih sayangku luas tak terbatas.
Butuh bukti ?
Sudah jelas, aku mencintaimu dengan melanggar semua batasan yang ada. Aku bahkan rela menyerahkan jiwa ,raga dan batinku pada apapun yang mampu menerimaku dalam keadaan terburuk sekalipun .
Bukan aku yang tak beruntung memilikimu, tapi kamu yang lebih tidak beruntung jika sudah menelantarkan aku. Kamu nggak beruntung karna kamu membiarkan wanita yang kasih sayangnya seluas samudera .
Hal-hal kecil yang pasti akan kamu rindukan bila tiada lagi aku disisi mu.
Mas, setelah ini kamu mungkin akan berfikir panjang untuk menelantarkan aku lagi .
Mungkin wanita diluar sana lebih cantik, dan lebih seksi dari aku, yang body nya selalu bagus yang tanpa perlu kamu suruh diet, TAPI INGAT ! Siapapun dia, dia dan aku berbeda isi kepala , dan sudah pasti berbeda jalan pikiran . Belum tentu wanita lain mampu merawat dan mengajarimu dengan penuh kesabaran, belum tentu wanita lain mampu membantu dan mendampingimu untuk menjadi dirimu yang jauh lebih baik dari kamu di masa yang dulu, belum tentu wanita yang lain akan memaafkan dan menerima mu kembali dengan sikap yang selalu berbaik hati ketika kamu tinggalkan dimalam hari karna kamu mabuk lalu kamu usir pulang seperti yang dulu kamu lakukan padaku, berjalan sendirian ditengah malam, dengan ketakutan yang luar biasa. Jika memang ada wanita itu, pastikan bahwa ia akan kuat sekuat aku!
Aku tidak menyesal Mas melakukan segalanya itu untukmu , aku dampingi kamu disaat kamu terpuruk , aku dampingi kamu disaat kamu masih menjadi seorang pemabuk hingga kamu menjadi dirimu yang jauh lebih baik dari yang dulu kala. Ku temani kamu mendonor dan melihat keikhlasan hatimu untuk memberikan darah itu, sama sekali aku tidak menyesal dengan banyaknya perjuangan yang sudah aku lakukan.
Ku katakan sekali lagi, aku sama sekali tidak menyesal, sebab Tuhan tau segala apa yang aku lakukan di dunia ini Mas.
Tuhan tau keadaan ku disaat kamu tidak memperdulikan dan membiarkan aku seperti sekarang ini.